#Serba-Serbi : Berikan Perhatian Khusus, Begini Pola Asuh Anak Usia Dini Dimasa Pandemi

KLINIKGURU.com - Pandemi yang tak kunjung usai memaksa kita untuk membatasi aktivitas sehari-hari sementara ini. Termasuk aktivitas sekolah tatap muka yang harus dialihkan menjadi sekolah daring demi memutus penyebaran COVID-19. Hal ini juga berpengaruh terhadap masa belajar Anak Usia Dini yang biasanya dapat belajar bersosialisasi, bermain dan hal-hal lain disekolah, kini pun harus terbatas geraknya hanya berputar di rumah. Keadaan ini memaksa orangtua agar dapat melakukan pendampingan belajar di rumah dengan sebaik-baiknya. Terlebih Anak Usia Dini membutuhkan pendekatan yang khusus dan berbeda dari anak diatas usianya yang pada umumnya sudah paham dengan kondisi sekitar.

Hal tersebut juga sempat dibahas secara khusus dalam webinar parenting “Pola Asuh Orangtua dalam Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di Masa Pandemi” yang digelar Global Sevilla School beberapa waktu lalu. Dalam webinar tersebut Alva Paramitha yang merupakan psikolog Sekolah Global Sevilla menekankan pentingnya kerja sama antara orangtua dan guru dalam melakukan pendampingan.
“Dalam kondisi ini sebaiknya orangtua tidak stress lebih dahulu sehingga mereka dapat memenuhi hak pengasuhan anak usia dini dengan baik.” terang Alva.

Pada kesempatan tersebut Alva mengingatkan beberapa kebutuhan anak usia dini yang perlu mendapat perhatian orangtua dan guru, diantaranya meliputi bermain, kasih sayang dan kehangatan, stimulasi lingkungan, interaksi, dukungan dan pengertian, kebebasan bereksplorasi, kesempatan dan waktu, aturan yang jelas dan konsisten, serta pujian.
Alva menjelaskan, “berikan pujian yang tepat, missal ketika anak berhasil melakukan sesuatu. Pujian ini dapat meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Saran saya, secara tulus berikan kata positif kepada anak. Kita libatkan unsur hati kita saat kita berikan pujian.”

Pujian dan kata positif yang diberikan harus tulus dari dalam hati kepada anak usia dini. Membangun ikatan emosional yang positif ini sangat penting, mengingat dalam masa pertumbuhan anak, semua hal yang masuk dalam alam bawah sadar nanti akan terpolakan dan berulang. Sehingga menciptakan kesan positif akan membuat anak merasa dekat dan nyaman. Alva juga menjelaskan suasana cinta kasih membuat sel tubuh berada dalam kondisi growth mode, sedangkan ancaman membuat sel tubuh berada dalam survival mode. Anak juga memiliki ikatan kuat dengan orangtua melalui tautan fisik, batin dan energi. Hal tersebut menunjukkan bahwa orangtua tidak hanya bisa membangun ikatan secara verbal atau komunikasi bicara saja, tetapi dapat melalui sentuhan fisik dan bentuk perhatian lainnya.

Dalam webinar tersebut Alva juga menjelaskan perlunya orangtua melakukan pendekatan holistik dalam pola asuhnya. Hal tersebut berkaitan dengan karakter dari keunikan anak serta pola kecerdasan anak yang berbeda-beda atau multiple intelligence. Orangtua perlu mengambil peran sebagai pengaman atau observer yang baik terhadap anak-anaknya agar dapat menghasilkan pola asuh yang tepat. Alva juga menjelaskan multi kecerdasan anak ini meliputi kecerdasan eksistensial, kecerdasan linguistic, kecerdasan naturalis, kecerdasan logis-matematis, kecerdasan interpersonal, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan musical, kecerdasan kinestetis dan kecerdasan intrapersonal. Untuk itu setiap orangtua harus memahami karakter setiap anak sebagai inti dari konsep parenting ini.

Insert code: <i rel="code">Put code here</i> or <i rel="pre">Put code here</i>
Insert image: <i rel="image">Put Url/Link here</i>
Insert title: <b rel="h3">Your title.</b>
Insert blockquote: <b rel="quote">Put text here</b>
Bold font: <b>Put text here</b>
Italics: <i>Put text here</i>

0 Komentar