Parenting #19 : Cara Mengendalikan Emosi ketika Mendisiplinkan Anak
KLINIKGURU
Kamis, April 20, 2023
KLINIKGURU.com - Hay hay sahabat KG, mom dan pap yang pastinya dalam keadaan baik juga terus semangat dalam mendidik sikecil biar tetap aktif dan makin berkembang. Tahu kan, sebagai anak yang masih dalam masa pertumbuhan terutama anak-anak dibawah 7 tahun pasti suka berbuat ulah. Tak jarang hal ini membuat kesabaran orang tua bisa saja hilang kendali seperti memarahi atau menegur tapi tak sedikit juga yang sampai memukul anak. STOP! jangan sampai ada kekerasan lagi pada anak yang nantinya malah bisa mempengaruhi psikologi dan pertumbuhan anak. Lalu, Bagaimana sih cara kita sebagai orang tua mengendalikan emosi ketika anak berbuat ulah? Hal ini tentu jadi tantangan tersendiri, tapi perlu kita ketahui agar hubungan emosi Anda dengan si kecil tetap baik.
Beberapa hal yang membuat orang tua tidak bisa mengontrol emosi, misalnya Rasa Takut & Pengaruh Stres . Rasa takut bisa di dasari karena anak tidak mengindahkan teguran atau trauma akan hal-hal buruk menimpa anak sehingga orang tua akan spontan berteriak atau bahkan sampai memukul anak. Sedang pengaruh stres bisa saja karena banyak pikiran dan lelah dikerjaan dan ini bisa saja jadi alasan orang tua melampiaskan kekesalan kepada anak, terutama jika anak melakukan kesalahan walaupun itu sepele.
TAK ADA SEKOLAH TUK JADI ORANG TUA | Ada banyak persiapan yang perlu dilakukan, baik persiapan fisik, emosi-psikologis, dan terutama persiapan lewat pengetahuan.
atau
Sharing is Caring!
Jadi, Bagaimana cara sederhana mengontrol emosi pada anak?
Dikutip dari tulisan Maheen Fatima, seorang ahli psikologi anak dari Dubai yang berjudul How to Handle Your Anger at Your Child ada sejumlah tips yakni sebagai berikut :
Menentukan Situasi
Seringkali masalah sepele jadi penyebab orang tua marah pada anaknya, maka perlu kita tetapkan batasan-batasan prilaku seperti apa yang perlu ditindak tegas dan mana yang masih bisa dibicarakan baik-baik. Karena tidak semua kenakalan anak harus direspon keras seperti memarahi atau menghukum. Jadi pada poin ini, sebagai orang tua musti bisa memilah kesalahan mana yang memang harus ditindak tegas tapi bukan memarahi, dan kesalahan mana yang sebaiknya disikapi dengan mebicarakan baik-baik.
Segera Menenangkan Diri
Saat anak berulah, bisa saja kita naik emosi seketika namun baiknya hindari hal tersebut dengan mulai menenangkan diri dan membuat perasaan serileks mungkin. Pertama, Anda bisa menarik nafas sedalam mungkin dan hembuskan perlahan seraya melupakan kekesalan. Kedua, bisa dengan menghindari anak beberapa waktu, misal dengan pergi ke kamar atau ruangan lain, atau bisa juga ke halaman. Setelah tenang baru mulai ajak anak mengobrol dan beritahu bahwa tindakannya itu keliru, dengan tenang dan tetap tegas.
Menghitung
Menghitung dari satu sampai sekian kali juga bisa jadi cara mengendalikan emosi pada anak, selain memberikan penegasan terkait ulahnya. Misal, dengan memberi aba-aba untuk membereskan mainan yang berantakan dan hitung sampai berapa kali atau tidak boleh main dengan mainan tersebut lagi. Jika masih belum mematuhi, bisa dengan tambahan sikap tegas tanpa mengancam atau meneriaki anak.
Hindari Memukul
Memukul akan mengajarkan anak-anak bahwa menyakiti orang lain itu diperbolehkan. Hal ini dapat menyebabkan mereka percaya bahwa memecahkan masalah yang efektif adalah dengan kekerasan. Oleh karenanya, sebagai orang tua, hindari sikap ini agar tidak menjadi contoh anak dikemudian hari. Terlebih kekerasan bisa membuat anak kehilangan kepercayaan pada orangtua dan justru bisa membuatnya bertingkah lebih nakal. Menurut Journal of Psychopathology 8 dari 10 remaja menyatakan bahwa ia pernah dipukul oleh orang tuanya dan menimbulkan hal negatif pada pertumbuhannya.
Kendalikan Cara Bicara
Semakin tenang orang tua, semakin mudah juga menenangkan perasaan dan emosi termasuk cara berbicara yang bisa lebih didengar oleh anak. Jadi, cara mengendalikan emosi pada anak yang efektif bisa juga dengan mengendalikan cara bicara kita sebisa mungkin. Stanford Children Health menyarankan untuk gunakan kata "Saya" daripada "Kamu" saat sedang marah.
Hindari Berkata Kasar
Berkata Kasar pada anak juga merupakan bentuk penganiayaan secara tidak langsung terhadap mental anak. Bahkan, hal tersebut dapat membekas lama dalam ingatan anak. Sebisa mungkin kita harus bisa mengendalikan kata-kata dan cara bicara pada anak.
Hindari Mengancam dengan Hal Mustahil
Ancaman yang tidak mungkin/mustahil, ancaman menakut-nakuti atau lainnya dapat menggugurkan kepercayaan anak. Bahkan ia dapat menganggap marah orang tua tidak berarti apa-apa sehingga tidak menimbulkan efek jera. Hindari juga ancaman berbau kekerasan, karena bisa menjadi contoh dan ditiru anak. Jangan sampai anak mengira bahwa boleh-boleh saja melakukan kekerasan saat sedang marah.
Tunda Sesuatu Saat Sedang Marah
Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa menambah emosi diri semakin naik, maka tundalah hal tersebut sampai amarah mereda. Marah tidak akan berefek apa-apa saat Anda terdiam dan menenangkan diri, namun akan berdampak lain saat melakukan sesuatu. Pada kebanyakan kasus, orang menyesali perbuatannya akibat terbawa emosi, misal melakukan kekerasan pada anak yang disebatkan saat marah memberesi mainan anak akhirnya lost control.
Nah mungkin itu saja artikel terkait parenting yang bisa kami tuliskan di akhir bulan Ramadhan ini. Semoga bisa menjadi acuan orang tua dalam mendidikan anaknya menjadi pribadi yang baik. Jangan lupa bagikan artikel ini jika bermanfaat agar kita bisa sama-sama belajar menjadi Orang Tua yang selalu dapat membantu menyelesaikan masalah pada anak. Sharing is Caring!
"Jika ada LINK DOWNLOAD yang error / tidak bisa diakses, tertukar file, atau ada beberapa kesalahan/kekeliruan dalam penyampaian informasi bisa sampaikan melalui komentar dibawah atau melalui email kami di klinikguru@gmail.com untuk segera kami perbaiki. "
Insert code: <i rel="code">Put code here</i> or <i rel="pre">Put code here</i> Insert image: <i rel="image">Put Url/Link here</i> Insert title: <b rel="h3">Your title.</b> Insert blockquote: <b rel="quote">Put text here</b> Bold font: <b>Put text here</b> Italics: <i>Put text here</i>
Insert code: <i rel="code">Put code here</i> or <i rel="pre">Put code here</i>
Insert image: <i rel="image">Put Url/Link here</i>
Insert title: <b rel="h3">Your title.</b>
Insert blockquote: <b rel="quote">Put text here</b>
Bold font: <b>Put text here</b>
Italics: <i>Put text here</i>
0 Komentar