#Serba-Serbi - Tantangan Era Digital Pada Pendidikan Anak Usia Dini

KLINIKGURU.com - Pada era digital seperti saat ini tentu banyak tantangan yang dihadapi. Seperti yang akan kami bagikan kali ini entah berupa opini atau sebagai informasi dengan topik Tantangan Era Digital Pada Pendidikan Anak Usia Dini. Orang dengan berbagai latar belakang dan usia tentu sudah tidak bisa lagi terpisah dengan dunia digital yang sudah melekat pada kehidupan sehari-hari. Termasuk Anak Usia Dini, saat ini sudah mulai tidak lepas dengan gadget meskipun masih sebatas melihat video, ditambah dengan kondisi dimana kita masih menggunakan pembelajaran secara daring waktu anak menggunakan gadgetpun jadi meningkat.
Kita tahu dampak negatif dari era digital tentu saja ada, maka agar tidak berlarut dalam hal negatif atau dampak buruknya orang tua perlu menyiapkan diri untuk menghadapi Tantangan Era Digital Pada Pendidikan Anak Usia Dini sesuai dengan kebutuhan.
  • Ancaman Era Digital untuk Anak Usia Dini
    Era digital mempunyai manfaat yang sangat banyak, akan tetapi orang tua perlu lebih awas dengan berbagai ancaman yang bisa mengganggu manfaat yang ditawarkan. Anak usia dini yang masih mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, jika menggunakan gadget tentu akan terus menerus dan hal ini bisa mengganggu kesehatan mata oleh karenanya perlu dibatasi pemakaiannya.

    Hal lain juga bisa menyebabkan kecanduan dengan gadget (NOMOPHOBIA), ganggan tidur, prestasi belajar menurun bahkan bisa membuat emosi anak tidak stabil serta gangguan perkembangan otak dan bahasa.

  • Mendampingi Generasi Digital
    Melihat sedikit ancaman yang dituliskan diatas, perlu mempersiapkan diri untuk mendampingi dan memantau pendidikan anak di era digital ini dengan penuh hati-hati. Salah satu upayanya dengan memberi pengetahuan tentang digital kepada anak.

    Tidak ada salahnya mengenalkan dunia digital pada anak, akan tetapi harus diimbangi dengan berinteraksi atau beraktifitas dengan dunia nyata. Orang tua perlu mengarahkan penggunaan dengan jelas dan efektif, tidak membebaskan anak menggunakan media digital begitu saja.

  • Meminjamkan Gadget Sesuai Kebutuhan
    Pada smartphone sudah ada fitur dualspace yang bisa dimanfaatkan untuk menyiapkan aplikasi khusus atau yang bersifat positif untuk perkembangan anak. Sangat penting juga untuk terus memonitor aktifitas anak seperti saat menonton Youtube, pastikan anak menggunakan versi YTKids agar konten yang disarankan sesuai dan tidak random.

  • Penggunaan pada Anak Usia 1-3 Tahun
    Jika anak usia 1-3 tahun, menonton media perlu dibatasi dari segi waktu. Akan sulit bagi anak menghentikan menonton jika dari awal orang tua sudah membiarkan atau tidak membatasi penggunaan dari awal, oleh karenanya saat akan mulai mengenalkan perlu persiapan dan batasan waktunya. Hal yang perlu diingat adalah Orang tua tidak menjadikan media digital sebagai pengganti pengasuhan. Ini tentu berkaitan agar dunia nyata anak dan sosialnya tetap terjaga dan tidak bersikap egois sejak ia kecil.

  • Penggunaan pada Anak Usia 4-6 Tahun
    Beranjak ke usia 4-6 tahun, anak sudah bisa berfikir lebih dewasa, ditahap ini orang tua bisa melakukan pembatasan penggunaan dengan melalui kesepakatan. Tetap perlu dilakukan pengawasan dan konsisten pada konsekuensi jika terjadi pelanggaran. Jangan memarahinya dengan nada kasar atau kata yang bisa membuat anak jauh lebih penasaran melaikan dengan memberi pemahaman secara lembut agar mudah diterima oleh kapasitas pemikiran anak.

    Selain itu, sebuah apresiasi juga perlu diberikan pada anak yang sudah mengikuti kesepakatan secara baik, hal ini tentu akan membuat anak bisa belajar lebih baik dan patuh lagi kedepannya. Lagi-lagi kita ingat bahwa memang perangkat digital merupakan pembelajaran paling efektif, dimana banyak hal positif didalamnya, tapi karena sudah kesepakatan orang tua perlu terus memperhatikan agar tidak masuk ke web atau hal negatif sebuah media.
Baik mungkin itu saja sebuah opini atau sebuah serba-serbi yang bisa dibahas kali ini. Kesimpulannya, meskipun era digital memiliki dampak positif yang banyak tetap saja perlu diperhatikan, mungkin bukan dari hal negatif yang juga banyak, tapi dari segi kesehatan dan tumbuh kembang anak agar tidak terganggu. Terimakasih, semoga bermanfaat. ~

Insert code: <i rel="code">Put code here</i> or <i rel="pre">Put code here</i>
Insert image: <i rel="image">Put Url/Link here</i>
Insert title: <b rel="h3">Your title.</b>
Insert blockquote: <b rel="quote">Put text here</b>
Bold font: <b>Put text here</b>
Italics: <i>Put text here</i>

0 Komentar